Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label inspiration. Tampilkan semua postingan

Senin, 19 April 2010

pondok si boncel

bday celebration

finally kesampaian jg buat ngadain pesta ultah di panti asuhan
karena di gereja pernah dibagiin brosur, jadi g milih PONDOK SI BONCEL ini
kata org2 si panti ini bnyk donaturnya
mungkin bener sii tp anak2nya keliatan sangat haus perhatian & kasih sayang

MC nya Griselda
trus ada g & Maya yg kolaborasi buat ngadain acara ini
Chacha, Ike, Endro, Jan & Carina ikut juga

Acaranya games, hias cup cakes & bagi2 goodie bag
mungkin karena mereka masih kecil jd acaranya agak semeraut & agak susah diatur
belepotan fla pas hias cup cakes & ada yg berantem juga

Tp seru kok, kapan2 mau adain acara gini lagi ah..









Senin, 22 Februari 2010

Kamis, 18 Februari 2010

Reason to Smile

Heart of Gratitude!!!

A blind boy sat on the steps of a building with a hat by his feet. He held up a sign which said: "I am blind, please help." There were only a few coins in the hat.

A man was walking by. He took a few coins from his pocket and dropped them into the hat. He then took the sign, turned it around, and wrote some words. He put the sign back so that everyone who walked by would see the new words.

Soon the hat began to fill up. A lot more people were giving money to the blind boy. That afternoon the man who had changed the sign came to see how things were. The boy recognized his footsteps and asked, "Were you the one who changed my sign this morning? What did you write?"

The man said, "I only wrote the truth. I said what you said but in a different way."

I wrote: "Today is a beautiful day but I cannot see it."

Both signs told people that the boy was blind. But the first sign simply said the boy was blind. The second sign told people that they were so lucky that they were not blind. Should we be surprised that the second sign was more effective?

Moral of the Story: Be thankful for what you have.. Be creative. Be innovative. Think differently and positively.

When life gives you a 100 reasons to cry, show life that you have 1000 reasons to smile Face your past without regret. Handle your present with confidence. Prepare for the future without fear. Keep the faith and drop the fear.

The most beautiful thing is to see a person smiling…

And even more beautiful is, knowing that you are the reason behind it!!!

Enjoy your day with a heart of gratitude.

Jumat, 12 Februari 2010

life is present, be thankful

Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai

selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri,

yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi,

dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta,

masuk ke panti jompo hari ini.

Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal,

sehingga dia harus masuk ke panti jompo.

Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi,

Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.

Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator,

aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil,

termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya.

Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang

anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.

Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut.

Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab.

Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal.

Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak,

tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur

tapi bagaimana aku mengatur pikiranku.

Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat

setiap pagi ketika aku bangun tidur.

Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu

di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi

padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi,

atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.

Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka,

aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan

semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan.

Hanya untuk kali ini dalam hidupku.

Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank.

Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan.

Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya

kebahagiaan di bank kenangan kita.

Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku.

Aku sedang menyimpannya.

Rabu, 05 November 2008

together forever



I love this pitcure...

one unity that

without each other

they are meaningless

together..

forever...

Jumat, 10 Oktober 2008

you change your life...

yes, I do agree with this quote...

Jumat, 26 September 2008

Kamis, 25 September 2008

Great Message

What a difference a sad event in someone's life makes.
The wisdom of George Carlin.. take a moment to read this

GEORGE CARLIN

Isn't it amazing that George Carlin - comedian of the 70's and 80's - could write something so very eloquent...and so very appropriate.
A Message by George Carlin:
The paradox of our time in history is that we have taller buildings but shorter tempers,
wider Freeways, but narrower viewpoints.
We spend more, but have less,
we buy more, but enjoy less.
We have bigger houses and smaller families, more conveniences, but less time.
We have more degrees but less sense,
more knowledge, but less judgment,
more experts, yet more problems,
more medicine, but less wellness.
We drink too much, smoke too much, spend too recklessly, laugh too little,
drive too fast, get too angry,
stay up too late, get up too tired,
read too little, watch TV too much, and pray too seldom.
We have multiplied our possessions, but reduced our values.
We talk too much, love too seldom, and hate too often.
We've learned how to make a living, but not a life.
We've added years to life not life to years.
We've been all the way to the moon and back, but have trouble crossing the street to meet a new neighbour.
We conquered outer space but not inner space.
We've done larger things, but not better things.
We've cleaned up the air, but polluted the soul.
We've conquered the atom, but not our prejudice.
We write more, but learn less.
We plan more, but accomplish less.
We've learned to rush, but not to wait.
We build more computers to hold more information, to produce more copies than ever, but we communicate less and less.
These are the times of fast foods and slow digestion, big men and small character, steep profits and shallow relationships.
These are the days of two incomes but more divorce, fancier houses, but broken homes.
These are days of quick trips, disposable diapers, throwaway morality, one night stands, overweight bodies, and pills that do everything from cheer, to quiet, to kill.
It is a time when there is much in the showroom window and nothing in the stock room..
A time when technology can bring this letter to you, and a time when you can choose either to share this insight, or to just hit delete...

Remember; spend some time with your loved ones, because they are not going to be around forever.
Remember, say a kind word to someone who looks up to you in awe, because that little person soon will grow up and leave your side.
Remember, to give a warm hug to the one next to you, because that is the only treasure you can give with your heart and it doesn't cost a cent.
Remember, to say, 'I love you' to your partner and your loved ones, but most of all mean it. A kiss and an embrace will mend hurt when it comes from deep Inside of you.
Remember to hold hands and cherish the moment for someday that person will not be there again.
Give time to love, give time to speak!
And give time to share the precious thoughts in your mind.
AND ALWAYS REMEMBER: Life is not measured by the number of breaths we take, but by the moments that take our breath away.
George Carlin

Rabu, 24 September 2008

tersenyumlah dengan hati...

sharing :

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya.
Kelas terakhir yang harus saya ambil adalahSosiologi.
Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang sayaharapkan setiap orang memilikinya.
Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberinama "Smiling"..
Seluruh siswa diminta untuk pergi keluar danmemberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka.
Setelah itu setiap siswadiminta untuk mempresentasikan didepan kelas.
Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.
Setelah menerima tugas tsb, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus,untukpergi ke restoran McDonald's yang berada di sekitar kampus...
Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering...!
Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.
Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untukdilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir,dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluardari antrian.
Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketikaberbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir ?
Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, dan... tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tuna wisma yang sangat dekil...!
Saya bingung, dan tidak mampu bergerak samasekali.....
Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek,
yang berdiri lebih dekat dengan saya,dan ia sedang "tersenyum" kearah saya....
Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam... tapi juga memancarkan kasih sayang...! Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' ditempat itu...
Ia menyapa"Good day..!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan.
Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya.
Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah"penolong"nya.
Saya merasa sangat prihatin.. setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka...,dan kami bertiga tiba-2saja sudah sampai didepan counter.
Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada sayaapa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untukmemesanduluan...
Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir... Nona !"
Ternyata dari koin yang terkumpulhanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan direstorandisini,jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh,maka orang harus membeli sesuatu).
Dan tampaknya kedua orang inihanya ingin menghangatkan badan.
Tiba-2 saja saya diserang oleh rasa iba... membuatsaya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-2lainnya, yang hamper semuanya...sedang mengamati mereka.
Pada saat yangbersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoranitu jugasedang tertuju ke diri saya..., dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya...
Saya baru tersadar setelah petugas di counter itumenyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan.
Saya tersenyum.... dan minta diberikan dua paket makan pagi(diluarpesanan saya) dalam nampan terpisah.
Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanansaya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelakiitu untuk beristirahat...
saya letakkan nampan berisi makananitu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil sayaberucap.."makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua...."
Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah ber-kaca2... dan dia hanya mampu berkata"Terima kasih banyak, nyonya...."
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepukbahunya saya berkata... "Sesungguhnya bukan saya yangmelakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ketelinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian...."
Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasamenahan harudan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak.
Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu....
Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka... dan bergabung dengan suami dan anak saya,yang tidak jauh dari tempat duduk mereka.
Ketika saya duduksuami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata... "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku..., yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dananak-2ku...!"
Kami saling berpegangan tangan beberapa saat...... dan saat itu kami benar-2 bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena'bisikanNYA' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan'.. untuk dapatberbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.
Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai daritamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya...
mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin'berjabat tangan' dengan kami...
Salah satu diantaranya, seorangbapak, memegangi tangan saya, dan berucap.. "tanganmu initelahmemberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang beradadisini..., jikasuatu saat saya diberi kesempatan olehNYA, saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami..."
Saya hanya bisa berucap"terimakasih"sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran sayasempatkanuntuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh kearahkamisambil tersenyum, lalu melambai-2kan tangannya kearah kami...!
Dalam perjalanan pulang saya merenungkan kembali apa yang telah saya lakukan terhadap kedua orang tunawisma tadi, itu benar2'tindakan' yang tidak pernah terpikir oleh saya dan sekaligus merupakan'berkat' bagisaya..., maupun bagi orang-2 yang ada disekitar saya saat itu.
Pengalaman hari itu menunjukkan kepada saya betapa 'kasih sayang'Tuhan itu sangatHANGAT dan INDAH sekali...!
Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliahdengan'cerita' ini ditangan saya.
Saya menyerahkan 'paper' sayakepada dosensaya.
Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya sayadipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata,
"Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?"dengan senang hati saya mengiyakan.
Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya.
Ia mulaimembaca.... para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, danruangankuliah menjadi sunyi...
Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya...
membuat para siswa yang hadir diruangkuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang didekat saya diantaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.
Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya..
"Tersenyumlah dengan 'HATImu', dan kauakan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummuitu..."
Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di McDonald's, suamiku,anakku,guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi.
Saya lulus... dengan 1 pelajaran terbesar yangtidakpernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu :"PENERIMAAN TANPA SYARAT".
Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untukbisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara....
MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKANSEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI..., bukannya... MENCINTAI HARTA-BENDA YANGBUKAN MILIK KITA,... DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA...!
Jika anda berpikir bahwa cerita ini telah menyentuhhati anda, teruskan cerita ini kepada orang2 terdekat anda.
Disini ada'malaikat' yang akan menyertai anda, agar setidaknya orang yang membaca cerita ini akan tergerak hatinya untuk bisa berbuat sesuatu(sekecil apapun) bagi sesama... yang sedang membutuhkan ulurantangannya...!
Orang bijak mengatakan : Banyak orang yang datang dan pergi darikehidupanmu..., tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.
Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu...Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu...!
Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak;
Orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak...!
Tapiorang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya..!
Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka,...
hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya..
Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasilkerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karyaseni....
Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidupcukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.

Rabu, 17 September 2008

to be happy

life only travel once...

what people want is to be happy & happy

one thing I know is...

we can be happy

if only we have PEACE in heart

inspiring quote

If you want something you dont have,
do something you have never done.

Don't go the way life takes you,
Take the life the way you go.

And remember you are born to live
and not living because you are born

Kamis, 11 September 2008

just believe

there is a place in heart
where thought besome wishes
and wishes become dreams...
it's a place where anything is possible
if we only believe

there are 6 things to believe in
for a HAPPY, succesful life :
believe in your FAITH
believe in your GOALS
believe in your LOVE
believe in your FAMILY
believe in your FRIENDS
and most importantly,
believe in YOURSELF